Blog

Home/Blog
Blog2019-05-08T10:06:57+00:00

ATASI KOKSIDIOSIS PADA AYAM

Negara beriklim tropis, seperti Indonesia merupakan tempat yang ideal untuk perkembangan bibit penyakit, baik itu virus, bakteri, parasit, maupun jamur. Salah satu penyakit yang sering menyerang ayam dan dan menimbulkan kerugian yang tinggi yaitu koksidiosis. Penyakit koksidiosis atau berak berdarah disebabkan oleh protozoa Eimeria sp. Terdapat lebih dari 7 spesies Eimeria sp, yang dapat menyebabkan penyakit pada ayam, yaitu Eimeria praecox, E. mitis, E. acervuline, E. brunetti, E. necatrix, E. tenella dan E. maxima. Siklus Eimeria sp memiliki 2 tahap perkembangan, yaitu tahap eksogenous (di luar tubuh) dan endogenous (di dalam tubuh). Tahap eksogenus terjadi saat ayam terinfeksi mengeluarkan ookista ke lingkungan bersama feses dan bersporulasi menjadi infektif dalam waktu 15-30 jam. Selanjutnya, tahap endogenous yaitu saat ookista tersporulasi tertelan oleh ayam. Ookista kemudian pecah menjadi [...]

WASPADA MALARIA UNGGAS, LEUCOCYTOZOONOSIS

Leucocytozoonosis adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit darah Leucocytozoon sp, yang tergolong dalam famili Plasmodiidae. Siklus hidup dari Leucocytozoon meliputi siklus seksual dan aseksual. Perkembangan seksual terjadi di dalam tubuh insekta atau vector, sedangkan multiplikasi aseksual yang terjadi di dalam sel-sel jaringan hospes. Multiplikasi pada fase skisogoni terjadi di sel-sel jaringan paru-paru, hati, jantung, usus, limpa dan ginjal, kemudian selanjutnya fase gametogoni terjadi di dalam eritrosit atau leukosit. Penularan Leucocytozoonosis terjadi melalui gigitan insekta penghisap darah seperti Simulium sp (lalat hitam), Culicoides sp (agas) dan Ornithonyssus sp (tungau) yang bertindak sebagai vektor atau hewan perantara yang menyebarkan penyakit dari hewan sakit ke hewan yang sehat, dari satu lokasi peternakan ke lokasi peternakan lainnya. Meskipun vektor insekta hanya bersifat infektif selama 18 hari, namun outbreak kasus di lapangan bisa terus berlangsung selama musim serangga. Hal ini disebabkan oleh generasi [...]

PENTINGNYA BIOSEKURITI DAN SANITASI DI PETERNAKAN AYAM

Kemunculan kasus penyakit di peternakan ayam umumnya tidak terjadi secara mendadak, namun bertahap sesuai dengan interaksi antara bibit penyakit yang ada dengan ayam yang dipelihara. Data yang dihimpun pada Juni 2020, penyakit yang paling sering terjadi di peternakan ayam wilayah Jawa dan Sumatera adalah CRD kompleks, Necrotic enteritis, ND, helminthiasis, dan AI. Dari data tersebut sebagian besar penyakit yang sering terjadi merupakan akibat virus dan bakteri. Kemunculan dari kasus-kasus penyakit ini berkaitan erat dengan program biosekuriti. Dalam operasionalnya dikenal tiga konsep utama, yaitu lalu lintas (transportasi), isolasi, dan sanitasi. Konsep yang pertama yaitu lalu lintas (transportasi). Pengaturan lalu lintas bertujuan menyeleksi agar barang-barang yang masuk ke lingkungan kandang hanyalah barang-barang yang benar-benar diperlukan. Hal ini bertujuan agar meminimalisir kemungkinan adanya bibit penyakit yang masuk ke dalam [...]

WASPADA AYAM KERDIL

Sejalan dengan meningkatnya permintaan akan protein hewani, seperti daging ayam, peningkatan performa ayam broiler juga harus meningkat. Ayam broiler merupakan ayam yang secara genetik didesain sedemikian rupa agar pertumbuhan dan performa produksinya cepat. Dalam waktu sebulan, ayam broiler sudah dapat dipanen dengan berat dua kilogram bahkan lebih. Namun ada kalanya ayam broiler mengalami kekerdilan. Kekerdilan pada ayam ini sangat mempengaruhi keuntungan yang diterima peternak. Apabila ayam sulit untuk tumbuh, pemberian pakan tentu akan lebih banyak, namun jumlah pakan ini tidak seimbang dengan pertumbuhan bobot ayam. Oleh karena itu, kekerdilan pada ayam perlu untuk diwaspadai. Penyebab dari sindroma kekerdilan atau Runting-Stunting Syndrome (RSS) pada ayam seringkali multifaktor dan sulit untuk diketahui penyebab utamanya. Faktornya dapat non-infeksius maupun infeksius. Faktor infeksius yakni infeksi dari Reovirus. Reovirus merupakan virus yang sering terisolasi pada [...]

PENGENDALIAN KOLIBASILOSIS DI PETERNAKAN AYAM

Penyakit unggas dikenal dengan banyak ragam dan penyebabnya, mulai dari mikroba hingga makroorganisme yang dapat menimbulkan sakit pada ayam. Penyakit yang identik dengan kondisi lingkungan kandang yang kotor adalah kolibasilosis. Penyakit ini merupakan penyakit pada unggas yang disebabkan oleh infeksi bakteri Escherichia coli. Kolibasilosis memiliki berbagai dampak negatif, terutama pada ayam broiler. Dampak negatif tersebut antara lain pertumbuhan lambat karena sistem organ pernapasan dan pencernaan terganggu, konversi pakan tidak efisien ditandai dengan keseragaman pertumbuhan rendah, hingga tingginya angka kematian. Berdasarkan data di lapangan, penyakit kolibasilosis sering terjadi pada kondisi alas kandang atau sekam basah. Kondisi ini akan menyebabkan kandang menjadi pengap, meningkatkan kadar amonia di dalam kandang, dan juga meningkatkan pertumbuhan bakteri-bakteri seperti Escherichia coli. Kejadian kolibasilosis pada ayam broiler ini biasanya di umur tiga minggu [...]

ATASI STRES PADA AYAM

Selain manusia, hewan juga dapat mengalami stres. Penyebab dari stres pada hewan tentu berbeda, namun sama seperti manusia, stres pada hewan akan menyebabkan efek negatif. Stres pada hewan dapat menyebabkan imunosupresi, mudah terserang penyakit, dan menurunkan performa. Pada hewan, stres berkaitan dengan lingkungan (iklim dan suhu) serta manajemen pemeliharaan. Secara fisiologis, ketika ayam mengalami stres jangka panjang akibat faktor apapun, akan terjadi peningkatan sekresi hormon ACTH (Adrenocorticotropic) oleh kelenjar pituitari di otak. Tingginya kadar hormon ACTH akan menurunkan fungsi metabolisme secara umum, tanpa terkecuali penyerapan kuning telur pada masa day old chick (DOC). Gangguan penyerapan kuning telur pada masa DOC tentunya akan menyebabkan pertumbuhan terhambat. Sisa kuning telur yang lambat terserap juga dapat terkontaminasi dan terinfeksi oleh mikroorganisme, seperti E. coli, yang nantinya akan menyebabkan omphalitis. Selain itu, [...]

HAEMONCHUS CONTORTUS, CACING LAMBUNG PENYEBAB ANEMIA

Perfoma produksi domba dan kambing salah satunya ditentukan oleh kuantitas dan kualitas pakan yang diberikan. Rumput atau hijauan merupakan sumber serat yang dibutuhkan oleh ternak ruminansia seperti domba dan kambing. Seringkali, terdapat larva Haemonchus contortus yang merupakan salah satu parasit cacing di rumput ini. Parasit ini sangat merugikan peternak karena cacing ini dapat berkembang biak di abomasum domba dan kambing dan menyebabkan anemia, defisiensi kalsium dan fosfat, bahkan kematian terutama pada ternak muda. Penampakan mikroskopis perbesaran 10x10 telur dan larva cacing Haemonchus contortus dan telur koksidia (Sumber: Infovet) Larva Haemonchus contortus yang seringkali terdapat pada rumput merupakan larva stadium tiga (L3s). Larva L3s ini kemudian dapat masuk ke abomasum domba atau kambing saat rumput yang terdapat larva ini termakan oleh ternak. Di dalam abomasum, larva ini [...]

PENTINGNYA AIR PADA PETERNAKAN AYAM

Umumnya peternak ayam hanya memperhatikan pakan, padahal air juga sangat penting keberadaannya bagi ayam. Air merupakan unsur yang tidak tergantikan dalam kehidupan, sehingga kualitas dan kuantitasnya tidak boleh diabaikan. Baik asupan pakan dan air, keduanya akan sangat mempengaruhi performa hewan. Selain mempengaruhi performa, air juga mempengaruhi anatomi, fisiologi, dan sistem imun/kekebalan dari hewan tersebut. Air memiliki berbagai fungsi pada tubuh. Fungsi air dalam tubuh antara lain membantu transfer nutrisi antar sel, mengeluarkan bahan-bahan yang bersifat racun bagi tubuh, mengatur suhu tubuh, dan berpartisipasi aktif dalam proses reaksi biokimia dalam tubuh. Kebutuhan air pada hewan dapat didapatkan dari tiga sumber. Pertama, air yang berasal dari air minum yang diminum hewan tersebut. Kedua, air yang berasal dari bahan makanan, seperti beras jagung yang memiliki kandungan air 12-14 %. [...]

GANGGUAN PRODUKSI TELUR PADA AYAM LAYER

Prospek ayam ras petelur (layer) di Indonesia sangat baik, hal tersebut karena ayam layer tergolong dalam nilai investasi dalam jangka panjang. Telur yang dihasilkan dari ayam layer dapat berjumlah hingga 320 butir/perekor sampai pemeliharaan 72 minggu. Proses pembentukan telur berlangsung selama 23-26 jam, yaitu dari proses pembentukan kuning telur (yolk) hingga terbentuknya telur yang siap di keluarkan dari tubuh. Telur yang tidak dibuahi melalui perkawinan (sexual intercourse) bersifat infertil (tidak dibuahi), sehingga tidak dapat ditetaskan menjadi anak ayam (DOC). Sebaliknya, telur yang dibuahi bisa bersifat fertil dan dapat ditetaskan. Penurunan produksi telur tentu kan merugikan peternak ayam layer. Selain penurunan produksi, kerusakan seperti kerabang telur rapuh, telur tidak bulat atau pipih, warna kerabang pucat, telur mudah pecah, dan albumin sangat encer juga akan merugikan peternak. Terjadinya [...]

PROGRAM KESEHATAN UNTUK AYAM LAYER

Pemeliharaan ayam layer berbeda dari ayam kampung biasa. Ayam layer lebih sensitif terhadap suhu sehingga manajemen pemeliharaannya harus lebih diperhatikan. Sebelum DOC masuk, kandang harus dibersihkan dan didisinfeksi terlebih dahulu. Suhu juga sebaiknya berada pada 34-36 derajat celcius sehari sebelum DOC masuk kandang. Selain itu, pakan dan minum ayam juga harus diperhatikan. Pastikan tempat pakan ayam berada ditempat terang selama 20-22 jam perhari untuk minggu pertama. Hal ini bertujuan untuk menarik ayam untuk makan. Kemudian, tempat minum ayam harus selalu penuh agar mendorong ayam untuk minum. Apabila menggunakan nipple drinker, pastikan tekanan air dikurangi agar ayam bisa melihat tetes air. Manajemen pada 17 minggu awal pemeliharaan merupakan tahap yang kritis. Manajeman yang baik pada masa ini akan memaksimalkan performa ayam saat bertelur. Pemeliharaan ayam sebaiknya tidak [...]

JUMLAH DAN TEMPAT PAKAN DAN MINUM YANG IDEAL PADA AYAM BROILER

Sejalan dengan semakin meningkatnya permintaan daging ayam dan meluasnya usaha kuliner berbahan daging ayam, usaha ayam pedaging atau broiler di dalam negeri terus meningkat. Peternak ayam broiler dituntut untuk menyediakan ayam broiler hidup yang ASUH (Aman, Sehat, Utuh, Halal) sehingga manajemen yang dilakukan pun harus baik dan sesuai. Salah satu unsur manajemen perkandangan yang sering terlupakan adalah penyediaan tempat pakan dan minum sesuai dengan populasi dan kepadatan (density) ternak yang dipelihara. Tempat pakan dan minum yang tidak sesuai dengan populasi ayam yang dipelihara akan mengakibatkan terjadinya saling berebut antara masing-masing ternak (kompetisi). Perebutan pakan ini akan berdampak pada keseragaman bobot badan ayam. Ayam yang mendapat pakan yang cukup akan lebih besar dibandingkan yang tidak. Berikut disajikan standar internasional untuk pemeliharaan broiler, baik komersial (budidaya), bibit remaja (breeder pullet) dan bibit produksi [...]

BISNIS DARING PRODUK AYAM DI KALA PSBB

Pandemi Covid-19 telah berimbas pada turunnya penjualan secara langsung produk daging ayam beserta olahannya, terutama saat pemerintah memberlakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Ruang gerak masyarakat menjadi terbatas dan juga banyak restoran, supermarket, hingga pasar tradisional yang sementara waktu memilih untuk menutup gerainya. Kondisi ini mengakibatkan turunnya permintaan dan ayam tidak terserap pasar sehingga berakhir pada anjloknya harga ayam hidup. “Sedikitnya permintaan ini membuat peternak dan produsen merugi. Bahkan banyak peternak yang memberhentikan kegiatan beternak ayamnya karena, sudah tidak kuat bertahan,” jelas Yusuf Hendrawan Mulia, Komisaris PT Aromaduta Rasaprima (Aroma), perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi makanan asal ternak seperti sosis dan bakso sejak 1980 silam. Akibat pandemi Covid-19 dan PSBB, masyarakat menjadi sulit berpergian. Alhasil, pembelian makanan secara daring atau online menjadi alternatif pilihan masyarakat [...]

MENJELANG MUSIM HUJAN, WASPADA PENYAKIT CORYZA

Kasus penyakit coryza pada musim hujan seringkali meningkat. Mustaqim, pemilik peternakan ayam petelur di Karangayar, Solo mengakui bahwa ayam sangat rentan terserang penyakit di musim hujan menjelang pancaroba, salah satunya coryza. Fase dari penyakit ini biasanya seminggu sebelum “nyekrek” dan positif snot, gejala klinisnya ayam akan lemas dan nafsu makan turun. “Kalau sudah terkena snot biasanya agak sulit juga disembuhkan, apalagi dengan populasi ayam yang cukup banyak biasanya akan muter-muter terus di farm tersebut,” jelasnya. Masa inkubasi coryza antara 1-3 hari dan outbreak berlangsung selama 4-12 minggu pada ayam petelur atau 6-14 hari pada ayam pedaging. Di lapangan, kasus coryza bisa terjadi tunggal maupun disertai dengan penyakit lain. Beberapa penyakit yang sering disertai antara lain CRD, colibacillosis, kolera, ND, IB, ILT, atau pox. Peternak perlu mewaspadai [...]

SOLUSI MASALAH CACING PITA PADA AYAM LAYER

Cacing yang sering ditemukan pada saluran pencernaan ayam adalah cacing gilig (nematoda) dan cacing pita (cestoda). Kecacingan lebih sering terjadi di ayam layer karena siklus hidup cacing cukup panjang. Gejala klinis kecacingan tidak ujug-ujug muncul setelah ditemukannya cacing di saluran pencernaan seperti kasus infeksi virus atau bakteri. Salah satu masalah yang dihadapi peternak adalah infestasi cacing pita yang sering terjadi pada ayam layer. Cacing pita yang sering ditemukan pada ayam layer adalah Davainea sp., dan Raillietina sp. Walau jarang menimbulkan kematian, kecacingan pada ayam khususnya cacing pita menimbulkan kerugian yang besar. Cacing pita menyerap sari-sari makanan di saluran pencernaan ayam sehingga mengganggu pertumbuhan dan produksi ayam. Cacing pita juga dapat merusak dinding dalam usus karena memiliki kait untuk menempel di dinding usus. Jika jumlah cacing yang [...]

COVID BELUM BERAKHIR, ANTRAKS MUNCUL DI GORONTALO

Indonesia harus menghadapi antraks saat masih melawan COVID-19. Kasus antraks pada manusia ditemukan di Kabupaten Gorontalo. Sebanyak 11 orang mengalami luka melepuh di kulitnya yang disebabkan kontak dengan hewan yang mati mendadak karena antraks. Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo mendapat laporan dugaan antraks pada 30 Mei 2020. Menurut keterangan warga, pada tanggal 28 Mei 2020 terdapat 8 sapi yang disembelih, 1 diantaranya mati mendadak, pemiliknya langsung menyembelih sapi tersebut kemudian membagikannya ke warga sekitar. Sapi tersebut berasal dari Desa Daenaa, sebanyak 5 ekor dan dari Dusun Marisan dan 3 ekor dari Dusun Ponelo. Orang yang mengalami gejala antraks awalnya sebanyak 6 orang kemudian bertambah menjadi 11 orang. Tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo menelusuri siapa saja yang mengkonsumsi daging sapi yang mati mendadak. Dari temuan tim investigator, [...]