Blog

Home/Blog
Blog2019-05-08T10:06:57+00:00

EKSTRAK KUNYIT UNTUK MENJAGA KESEHATAN AYAM

Kesadaran masyarakat yang semakin tinggi akan risiko residu obat serta pembatasan pemakaian antibiotik mendorong pelaku industri peternakan untuk berinovasi agar dapat menyajikan produk daging dan telur yang bebas residu obat, terutama residu antibiotik. Untuk membatasi pemakaian antibiotik atau obat lainnya, banyak peternak sudah mulai menggunakan sedian herbal sebagai alternatif untuk menjaga dan meningkatkan performa ayam. Hal tersebut terlihat bahwa dalam tahun-tahun terakhir ini perhatian peternak terhadap penggunaan herbal semakin meningkat. Sediaan herbal memiliki berbagai nutrisi dan senyawa kimia yang berkhasiat, sehingga di era bebas AGP (Antibiotic Growth Promoter) ini, sedian herbal menjadi sangat diminati. Manfaat sediaan herbal antara lain meningkatkan palatabiltas/nafsu makan, memperbaiki absorbsi/penyerapan makanan di saluran pencernaan, melindungi hati dari kerusakan, menambah daya tahan tubuh, mencegah stres dan kekurangan vitamin, memperbaiki produksi telur, membantu pemulihan [...]

PAKAN SEIMBANG CEGAH MILK FEVER PADA SAPI PERAH

Peternakan sapi perah rakyat di Indonesia seringkali menemui permasalahan yang berulang dari waktu ke waktu. Salah satu permasalahan yang sering ditemukan yaitu penyakit gangguan metabolisme, milk fever. Milk fever adalah kejadian sapi ditemukan ambruk dan tidak kuat berdiri lagi setelah melahirkan akibat hipokalsemia. Hipokalsemia sendiri adalah kondisi dimana kadar kalsium darah sangat rendah. Kadar kalsium darah pada kondisi normal adalah 10 mg/100 ml, sedangkan pada kondisi hipokalemia kadar kalsium darah akan menurun sampai menjadi sekitar 3-7 mg/100ml. Kasus milk fever umumnya terjadi 1-24 jam setelah melahirkan, yaitu sekitar 75% kasus. Kemudian, presentase kasus milk fever sebelum melahirkan 3%, pada saat melahirkan 6%, 25-48 jam 12%, dan lebih dari 48 jam 4%. Ada tiga tahapan gejala klinis  milk fever, tahap 1: sapi masih bisa berdiri, namun sudah [...]

PENYAKIT PERNAPASAN AYAM: BERBAHAYA DAN MENYEBABKAN KERUGIAN

Penyakit saluran pernapasan pada ayam merupakan kasus yang paling sering ditemui pada ayam ras. Meskipun merupakan organ yang paling krusial, saluran pernapasan tidak terlepas dari ancaman agen patogen penyebab penyakit. Sebagai salah satu saluran yang terbuka, saluran pernapasan secara terus menerus terekspos bibit penyakit dari lingkungan, sehingga rawan terhadap infeksi dari virus, bakteri, maupun fungi. Mikroorganisme yang seringkali menyerang saluran pernapasan ayam, yaitu bakteri Haemophilus paragallinarum (coryza), Pasteurella multocida (fowl cholera), dan Mycoplasma gallisepticum (CRD), sedangkan untuk virus seringkali disebabkan oleh Avian gammacoronavirus (Infectious Bronchitis) dan Avian paramyxovirus (Newcastle Disease). Berdasarkan Global Protection Service Disease Surveillance pada tahun 2018-2020, penyakit saluran pernapasan yang paling sering terjadi yaitu ND 22,79%, CCRD 10,75%, IB 8,29%, Coryza 5,43%, CRD 4,86, dan AI H5 2,66%. Morbiditas serta mortalitas dari penyakit [...]

PENTINGNYA MASA BROODING PADA AYAM

Dalam manajemen pemeliharan ayam terutama broiler, masa brooding merupakan masa yang sangat penting dan menentukan keberhasilan pemeliharaan. Brooding sendiri merupakan masa awal yang dimulai sejak DOC tiba di kandang sampai mereka mencapai umur serta bobot tertentu dan tidak memerlukan pemanas lagi. Lama masa brooding berkisar antara 10-14 hari untuk anak ayam yang dipelihara di kandang terbuka (open house) dan 7-8 hari untuk di kandang tertutup (closed house). Pemeliharaan pada masa brooding, terutama pada 7 hari pertama perlu perhatian lebih karena masa tersebut sangat kritis. DOC pada masa ini ditargetkan untuk naik bobotnya sebanyak 4,5-5 kali lipat dari bobot akhir, contohnya bobot DOC 40 gram maka pada akhir minggu pertama diharapkan bobotnya mencapai 180-200 gram. Kemudian, untuk standar FCR dan tingkat kematian pada masa brooding diharapkan FCR [...]

KENDALIKAN MIKOTOKSIN, PENYEBAB MIKOTOKSIKOSIS

Akhir tahun 2020 ditutup dengan curah hujan yang terus meningkat terutama di wilayah Jawa dan Sumatra. Dari pantaun BMKG, untuk Januari dan Februari 2021, kondisi cuaca akan masih didominasi curah hujan menengah dan tinggi. Kondisi tersebut tentu saja akan menyebabkan kejadian penyakit yang lebih tinggi pada ayam. Kejadian penyakit akibat curah hujan tinggi pada ayam bukan hanya didominasi oleh penyakit viral saja, namun juga mikotoksikosis. Dari data yang dihimpun, prediksi penyakit di Januari dan Februari 2021 menunjukan bahwa mikotoksikosis menduduki peringkat ketiga setelah kejadian penyakit ND dan IBD. Prediksi penyakit pada ternak unggas. (www.infovet.com) Ancaman terhadap bahaya mikotoksin masih menjadi momok menakutkan bagi peternak terutama pada kondisi curah hujan tinggi dan lembab yang menunjang pertumbuhan fungi yang memproduksi toksin tersebut. Fungi yang memproduksi mikotoksin tumbuh dengan [...]

WABAH FLU BURUNG H5N8 ANCAM PETERNAKAN UNGGAS ASIA DAN EROPA

Sejak awal tahun 2020 hingga sekarang, wabah virus flu burung subtype H5N8 pada unggas komersial maupun unggas liar terus dilaporkan pada berbagai wilayah di Eropa dan Asia. Serangan virus highly patoghenic avian influenza (HPAI) H5 yang memiliki tingkat mortalitas tinggi, telah lama menjadi permasalahan tersendiri bagi peternak unggas di seluruh dunia. Virus influenza A subtype H5N8 pertama kali diisolasi dari ayam kalkun di Irlandia pada tahun 1983. Setelah ledakan wabah yang terjadi di ayam kalkun, beberapa kasus H5N8 juga ditemukan di burung migran di Amerika Serikat dan Thailand pada tahun 2001. Virus HPAI H5N8 kini telah menyebar di berbagai negara di benua Eropa, Asia, Amerika, Timur Tengah, dan Afrika. Penyebaran luas oleh virus ini disebabkan oleh migrasi unggas air liar yang kemudian kontak dengan unggas komersial. [...]

BERANTAS LALAT DI MUSIM HUJAN

Musim hujan tahun ini sudah memasuki puncaknya dengan curah hujan yang tinggi. Peningkatan curah hujan seringkali diikuti oleh peningkatan jumlah lalat. Lalat berkembang biak dengan pesat di tempat yang kotor dan lembab. Seperti yang kita tau, lalat dapat menganggu dan mendatangkan penyakit, tak terkecuali pada ayam. Banyaknya lalat pada kandang akan menyebabkan ayam terganggu dan gelisah hingga stress dan nafsu makan turun. Pengurus kandang pun tentunya tidak nyaman bekerja di antara lalat yang begitu banyak. Lalat tidak hanya mengganggu, namun juga mendatangkan bahaya karena merupakan vektor atau pembawa dan penyebar dari penyakit.  Lalat berperan menjadi vektor dari penyakit akibat Salmonella pullorum, Salmonella gallinarum, Escherichia coli, New Castle Disease, dan parasit salah satunya cacing. Selain menjadi vektor penyakit pada ayam, lalat juga vektor dari penyakit pada manusia sehingga [...]

KILAS BALIK PENYAKIT PADA AYAM DI TAHUN 2020

Tahun 2020 menjadi tahun yang menantang karena kemunculan COVID-19 sehingga mengharuskan untuk menghindari kontak fisik, menjaga kebersihan, dan menjaga imunitas. Begitu pula dengan unggas, hewan yang memproduksi protein hewani terjangkau dan bergizi kerap kali harus menghadapi tantangan penyakit setiap harinya. Penyakit ini tentu akan berpengaruh negatif terhadap potensi produksi dari ayam. Oleh karena itu, pengetahuan serta informasi tentang penyakit-penyakit yang sering terjadi amatlah penting untuk diketahui untuk mencegah terjadinya hambatan dalam produksi. Berdasarkan presentasi yang disampaikan Dr. Magali Charles selaku Regional Veterinarian Cobb Asia dalam Webinar Disease Trends in Asia 2020. Melalui aplikasi Zoom, Rabu (23/9), menyebutkan bahwa penyakit yang mendominasi broiler dan breeder di Asia memiliki trend yang sama, yaitu seputar penyakit pernapasan dan pencernaan. Penyakit yang mendominasi pada ayam breeder antara lain penyakit pencernaan, [...]

ATASI KOKSIDIOSIS PADA AYAM

Negara beriklim tropis, seperti Indonesia merupakan tempat yang ideal untuk perkembangan bibit penyakit, baik itu virus, bakteri, parasit, maupun jamur. Salah satu penyakit yang sering menyerang ayam dan dan menimbulkan kerugian yang tinggi yaitu koksidiosis. Penyakit koksidiosis atau berak berdarah disebabkan oleh protozoa Eimeria sp. Terdapat lebih dari 7 spesies Eimeria sp, yang dapat menyebabkan penyakit pada ayam, yaitu Eimeria praecox, E. mitis, E. acervuline, E. brunetti, E. necatrix, E. tenella dan E. maxima. Siklus Eimeria sp memiliki 2 tahap perkembangan, yaitu tahap eksogenous (di luar tubuh) dan endogenous (di dalam tubuh). Tahap eksogenus terjadi saat ayam terinfeksi mengeluarkan ookista ke lingkungan bersama feses dan bersporulasi menjadi infektif dalam waktu 15-30 jam. Selanjutnya, tahap endogenous yaitu saat ookista tersporulasi tertelan oleh ayam. Ookista kemudian pecah menjadi [...]

WASPADA MALARIA UNGGAS, LEUCOCYTOZOONOSIS

Leucocytozoonosis adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit darah Leucocytozoon sp, yang tergolong dalam famili Plasmodiidae. Siklus hidup dari Leucocytozoon meliputi siklus seksual dan aseksual. Perkembangan seksual terjadi di dalam tubuh insekta atau vector, sedangkan multiplikasi aseksual yang terjadi di dalam sel-sel jaringan hospes. Multiplikasi pada fase skisogoni terjadi di sel-sel jaringan paru-paru, hati, jantung, usus, limpa dan ginjal, kemudian selanjutnya fase gametogoni terjadi di dalam eritrosit atau leukosit. Penularan Leucocytozoonosis terjadi melalui gigitan insekta penghisap darah seperti Simulium sp (lalat hitam), Culicoides sp (agas) dan Ornithonyssus sp (tungau) yang bertindak sebagai vektor atau hewan perantara yang menyebarkan penyakit dari hewan sakit ke hewan yang sehat, dari satu lokasi peternakan ke lokasi peternakan lainnya. Meskipun vektor insekta hanya bersifat infektif selama 18 hari, namun outbreak kasus di lapangan bisa terus berlangsung selama musim serangga. Hal ini disebabkan oleh generasi [...]

PENTINGNYA BIOSEKURITI DAN SANITASI DI PETERNAKAN AYAM

Kemunculan kasus penyakit di peternakan ayam umumnya tidak terjadi secara mendadak, namun bertahap sesuai dengan interaksi antara bibit penyakit yang ada dengan ayam yang dipelihara. Data yang dihimpun pada Juni 2020, penyakit yang paling sering terjadi di peternakan ayam wilayah Jawa dan Sumatera adalah CRD kompleks, Necrotic enteritis, ND, helminthiasis, dan AI. Dari data tersebut sebagian besar penyakit yang sering terjadi merupakan akibat virus dan bakteri. Kemunculan dari kasus-kasus penyakit ini berkaitan erat dengan program biosekuriti. Dalam operasionalnya dikenal tiga konsep utama, yaitu lalu lintas (transportasi), isolasi, dan sanitasi. Konsep yang pertama yaitu lalu lintas (transportasi). Pengaturan lalu lintas bertujuan menyeleksi agar barang-barang yang masuk ke lingkungan kandang hanyalah barang-barang yang benar-benar diperlukan. Hal ini bertujuan agar meminimalisir kemungkinan adanya bibit penyakit yang masuk ke dalam [...]

WASPADA AYAM KERDIL

Sejalan dengan meningkatnya permintaan akan protein hewani, seperti daging ayam, peningkatan performa ayam broiler juga harus meningkat. Ayam broiler merupakan ayam yang secara genetik didesain sedemikian rupa agar pertumbuhan dan performa produksinya cepat. Dalam waktu sebulan, ayam broiler sudah dapat dipanen dengan berat dua kilogram bahkan lebih. Namun ada kalanya ayam broiler mengalami kekerdilan. Kekerdilan pada ayam ini sangat mempengaruhi keuntungan yang diterima peternak. Apabila ayam sulit untuk tumbuh, pemberian pakan tentu akan lebih banyak, namun jumlah pakan ini tidak seimbang dengan pertumbuhan bobot ayam. Oleh karena itu, kekerdilan pada ayam perlu untuk diwaspadai. Penyebab dari sindroma kekerdilan atau Runting-Stunting Syndrome (RSS) pada ayam seringkali multifaktor dan sulit untuk diketahui penyebab utamanya. Faktornya dapat non-infeksius maupun infeksius. Faktor infeksius yakni infeksi dari Reovirus. Reovirus merupakan virus yang sering terisolasi pada [...]

PENGENDALIAN KOLIBASILOSIS DI PETERNAKAN AYAM

Penyakit unggas dikenal dengan banyak ragam dan penyebabnya, mulai dari mikroba hingga makroorganisme yang dapat menimbulkan sakit pada ayam. Penyakit yang identik dengan kondisi lingkungan kandang yang kotor adalah kolibasilosis. Penyakit ini merupakan penyakit pada unggas yang disebabkan oleh infeksi bakteri Escherichia coli. Kolibasilosis memiliki berbagai dampak negatif, terutama pada ayam broiler. Dampak negatif tersebut antara lain pertumbuhan lambat karena sistem organ pernapasan dan pencernaan terganggu, konversi pakan tidak efisien ditandai dengan keseragaman pertumbuhan rendah, hingga tingginya angka kematian. Berdasarkan data di lapangan, penyakit kolibasilosis sering terjadi pada kondisi alas kandang atau sekam basah. Kondisi ini akan menyebabkan kandang menjadi pengap, meningkatkan kadar amonia di dalam kandang, dan juga meningkatkan pertumbuhan bakteri-bakteri seperti Escherichia coli. Kejadian kolibasilosis pada ayam broiler ini biasanya di umur tiga minggu [...]

ATASI STRES PADA AYAM

Selain manusia, hewan juga dapat mengalami stres. Penyebab dari stres pada hewan tentu berbeda, namun sama seperti manusia, stres pada hewan akan menyebabkan efek negatif. Stres pada hewan dapat menyebabkan imunosupresi, mudah terserang penyakit, dan menurunkan performa. Pada hewan, stres berkaitan dengan lingkungan (iklim dan suhu) serta manajemen pemeliharaan. Secara fisiologis, ketika ayam mengalami stres jangka panjang akibat faktor apapun, akan terjadi peningkatan sekresi hormon ACTH (Adrenocorticotropic) oleh kelenjar pituitari di otak. Tingginya kadar hormon ACTH akan menurunkan fungsi metabolisme secara umum, tanpa terkecuali penyerapan kuning telur pada masa day old chick (DOC). Gangguan penyerapan kuning telur pada masa DOC tentunya akan menyebabkan pertumbuhan terhambat. Sisa kuning telur yang lambat terserap juga dapat terkontaminasi dan terinfeksi oleh mikroorganisme, seperti E. coli, yang nantinya akan menyebabkan omphalitis. Selain itu, [...]

HAEMONCHUS CONTORTUS, CACING LAMBUNG PENYEBAB ANEMIA

Perfoma produksi domba dan kambing salah satunya ditentukan oleh kuantitas dan kualitas pakan yang diberikan. Rumput atau hijauan merupakan sumber serat yang dibutuhkan oleh ternak ruminansia seperti domba dan kambing. Seringkali, terdapat larva Haemonchus contortus yang merupakan salah satu parasit cacing di rumput ini. Parasit ini sangat merugikan peternak karena cacing ini dapat berkembang biak di abomasum domba dan kambing dan menyebabkan anemia, defisiensi kalsium dan fosfat, bahkan kematian terutama pada ternak muda. Penampakan mikroskopis perbesaran 10x10 telur dan larva cacing Haemonchus contortus dan telur koksidia (Sumber: Infovet) Larva Haemonchus contortus yang seringkali terdapat pada rumput merupakan larva stadium tiga (L3s). Larva L3s ini kemudian dapat masuk ke abomasum domba atau kambing saat rumput yang terdapat larva ini termakan oleh ternak. Di dalam abomasum, larva ini [...]