Blog

/Blog
Blog2019-05-08T10:06:57+00:00

Gelaran Ternak Hidup di ILDEX 2019

Gelaran ILDEX telah menjadi referensi pertumbuhan bisnis peternakan nasional dari tahun ketahun. ILDEX diharapkan mampu menjadi fasilitator pelaku industri peternakan dan memperkuat jejaring bisnis para stakeholder pelaku bisnis peternakan. ILDEX akan memberikan manfaat yang luas kepada para peternak untuk berternak lebih efektif dan efisien. Gelaran ini juga dapat menjadi referensi pertumbuhan dan kemajuan teknologi sektor peternakan serta meningkatkan daya saing industri peternakan Indonesia di kancah internasional. Peningkatan konsumsi protein hewani masyarakat juga diharapkan naik dengan adanya ILDEX 2019 mengingat pentingnya manfaat protein hewani bagi kenaikan kualitas sumber daya manusia untuk menyongsong era masyarakat industry 4.0. Mengusung tema “Manajemen Limbah dan Produksi untuk Industri Peternakan yang Berkelanjutan” ILDEX sadar akan perlunya komitmen untuk mengatasi masalah limbah di Indonesia selain tetap mempertahankan fokus pada inovasi dan teknologi di [...]

Pedet Mencret Jangan Sampai Membuat Peternak Kaget !

Penyebab Diare Pada Pedet Diare pada pedet atau anak sapi ternak merupakan penyakit yang menyebabkan kerugian terbesar pada peternakan sapi perah. Diare pada pedet sering disebabkan oleh beberapa penyebab. Gejala klinis utama pedet yang mengalami diare adalah feses yang encer. Diare pada pedet berbahaya karena dapat menyebabkan dehidrasi pada pedet. Dehdrasi disebabkan oleh kegagalan usus untuk menyerap air dan kegagalan transfer cairan tubuh dari tubuh pedet ke lumen usus. Dehidrasi pedet berbahaya karena dapat menyebabkan kehilangan cairan tubuh yang berlebihan sehingga pedet kehilangan elektrolit yang penting untuk metabolism pedet. Dehidrasi yang padah dapat berlanjut menjadi asidosis yang kemudian berujung pada kematian.   Pedet yang mengalami diare (Sumber: http://alitbudiartawan.blogspot.com)   Penyebab diare pada pedet dapat dibagi menjadi 2, penyebab noninfeksius dan infeksius. Kedua penyebab ini sering terjadi [...]

Program Ampuh Perbaikan Genetik Ayam

Pertambahan kebutuhan daging ayam menyebabkan industry peternakan ayam berjalan begitu pesat. Pertambahan kebutuhan ayam diimbangi dengan perbaikan genetik ayam. Menyandur dari Oxford University Press, ayam broiler keluaran tahun 1978 memiliki DOC dengan berat rata-rata 42 gram jika dipelihara selama 28 hari hanya akan mencapai bobot sekitar 600 gram. Bandingkan dengan ayam broiler keluaran tahun 2005, dengan bobot DOC 44 g dalam jangka waktu pemeliharan yang sama dapat mencapai bobot sekitar1,4 kg. Luar biasa bukan? “Keajaiban” ini bukan tidak diiringi dengan konsekuensi. Drh. Mulyanto dalam artikel yang diterbitkan oleh Infovet yang berjudul “Broiler kian Berubah, Bagaimana Manajemennya???” mengatakan bahwa optimalisasi kecepatan pertumbuhan ayam ini harus menumbalkan fungsi tubuh ayam yang lain seperti sistem kekebalan tubuh. Keberhasilan dapat tercapai jika peternak dapat memaksimalkan kemampuan produksi broiler sambil meminimalisir [...]

Diare Ayam Karena Pullorum

Bakteri Salmonella sp. Salmonella sp. adalah penyebab Salmonellosis pada hewan dan manusia. Salmonellosis merupakan penyakit enterik (penyakit saluran pencernaan) yang cukup populer di dunia. Salmonella sp adalah bakteri yang berbentuk batang Gram negatif yang sering ditemukan di daerah beriklim tropis dengan kondisi higiene dan sanitasi yang buruk. Spesies Salmonella yang dapat menginfeksi unggas antara lain Salmonella pullorum, Salmonella gallinarum, Salmonella thypimurium, dan Salmonella enteritidis. Pullorum atau berak kapur sendiri diakibatkan oleh Salmonella pullorum.   Salmonella sp. dibawah mikroskop dengan pewarnaan gram (Sumber: Todar’s Online Textbook of Pathology) Kerugian ekonomi Kematian yang sangat tinggi dapat terjadi pada unggas usia 1 hingga 10 hari. Kerugian ekonomi selanjutnya diakibatkan oleh pencemaran telur dengan bakteri Salmonella pullorum. Pencemaran bakteri dari luar diakibatkan karena kondisi kandang atau industri pengolahan telur yang [...]

Waspada! Ayam Umur Muda Rentan Terhadap Penyakit Ini

Ayam yang sehat merupakan cita-cita semua peternak. Ayam yang sehat akan menghasilkan hasil produksi yang maksimal sehingga menghasilkan keuntungan yang berlimpah bagi peternak. Sayangnya, banyak penyakit unggas yang menyebabkan penurunan produksi bahkan kematian unggas yang berujung pada kerugian peternak. Ketakutan peternak mulai muncul pada musim pancaroba karena beberapa penyakit unggas terjadi pada musim ini. Salah satu penyakit yang sering muncul saat pancaroba adalah Leucozoonosis atau yang sering disebut dengan Malaria Like. Cacatan sejarah mengatakan bahwa kasus pertama Leucocytozoonosis terjadi pada akhir abad ke-18 yang dilaporkan olej Dr. Theobold Smith pada tahun 1895. Kasus Leucocytozoonosis pada saat itu menyerang kalkun di wilayah Asia Timur. Penyakit Leucocytozoosis perlu diwaspadai karena memiliki nilai morbiditas dan mortalitas yang cukup tinggi. Tingkat mortalitas Leucocytozoonosis dapat mencapai 80% pada kasus yang akut. [...]

Indonesia Buka Impor DagIng Ayam dari Brazil, Bagaimana Sikap Kita?

Kekalahan Indonesia atas gugatan yang diajukan oleh Pemerintah Brazil ke World Trade Organization (WTO) atau yang lebih dikenal dengan Organisasi Perdagangan Dunia memaksa Indonesia membuka keran impor komoditas ayam dari Brazil. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan “Kita tidak mungkin menyatakan tidak bisa kalau kita melarang dengan berbagai ini nya. Melanggar ketetapan WTO ya kita pasti kalah.” beliau berkata setelah rapat di Kemenko Perekonomian, Jakarta pada hari Rabu 7 Agustus 2019. Menteri Perdagangan Indonesia mengatakan bahwa Indonesia saat ini harus menyesuaikan kebijakan dengan rekomendasi dari WTO yang berarti Indonesia harus menyesuaikan sejumlah ketentuan importasi ayam. Beliau menjelaskan bahwa proses sengketa importasi ayam dari Brazil sudah dimulai sejak tahun 2014 karena menurut Brazil Indonesia sudah menyalahi berbagai ketentuan yang ada di dalam WTO. Brazil kemudian memenangkan gugatan tersebut [...]

Lebih Gawat Serbuan Ayam Brazil atau Gumboro ?

Gumboro pada Ayam Menyerang segala jenis ayam dari seluruh dunia. Bukan hanya ayam Brazil saja tapi juga ayam ras mungkin dapat terjangkit penyakit ini. Gumboro atau Infectious Bursal Disease (IBD) adalah penyakit pada unggas yang pertama kali ditemukan pada tahun 1962 di daerah Gumboro-Delaware, Amerika Serikat. Penyakit IBD disebakan oleh virus Gumboro. Virus Gumboro merupakan virus yang berbentuk icosahedral yang terdiri dari dua segmen untaian ganda RNA, Infectious Bursal Disease Virus (BIBDV) termasuk dalam Famili Birnaviridae. Virus RNA sangat mudah bermutasi sehingga vaksin IBD terkadang tidak sesuai dengan virus yang ada di lapangan. Virus yang menyebar di Indonesia mirip dengan virus very virulent IBD (vvIBDv) yang bersifat sangat menular dan akut. vvIBD dapat menyebabkan angka mortaitas dan morbiditas yang tinggi. Virus ini menyerang organ pertahanan unggas [...]

Jangan Sampai Bisnis Mati Lampu Gara Gara Lalat

Kenapa Lalat Harus Dibasmi? Keberadaan lalat di area peterakan perlu diwaspadai karena lalat merupakan salah satu kendaraan kuman (vektor) untuk menularkan penyakit. Pengontrolan ketat terhadap lalat disekitar lokasi kandang harus dilakukan agar ternak tetap sehat. Selain menyebarkan penyakit, lalat juga mengganggu pekerja kandang, menurunkan produksi, menurunkan kualitas telur, dan meningkatnya kadar amonia kandang. Lalat rumah (Musca domestica) Sumber: Oklahoma Panhandle State University Penyakit yang dapat disebabkan oleh lalat dan larvanya antaralain penyakit gastrointestinal pada mamalia, vektor New Castle Disease Virus (NDV), hospes intermediet cacing pita ayam serta kalkun, dan vektor kolera unggas. Lalat merupakan jenis serangga unik karena cara makanya berbeda dengan serangga lain. Lalat akan meludahi makanannya terlebih dahulu hingga makanan itu cair kemudian dihisap dengan alat penghisapnya hingga masuk kedalam perut. Penglihatan lalat merupakan [...]

8 Proses Penting Desinfeksi Kandang Ayam Broiler

Pembersihan kandang merupakan kegiatan biosekuritas paling berat tetapi paling penting untuk dikerjakan. Tindakan ini bertujuan untuk memutus mata rantai penyakit dan mencegah terjadinya wabah untuk kelompok ayam selanjutnya. Tindakan pembersihan dan desinfeksi kandang harus dilakukan sesegera mungkin setelah panen ayam dan semua litter (alas kandang) dalam kandang selesai dibersihkan. Pengeluaran litter harus dilakukan secara maksimal, gumpalan-umpalan sisa litter yang menempel pada lantai kandang harus disikat dan disemprot dengan air. Jangan lupa selalu mencuci dan mendesinfeksi peralatan yang digunakan untuk membersihkan kandang. Desinfektan adalah bahan yang penting pada proses desinfeksi. Desinfektan adalah bahan yang dapat mematikan mikroorganisme penyebab penyakit sehingga ayam tidak terpapar dengan agen penyebab penyakit tersebut. Beberapa jenis bahan desinfektan yang telah dikenal luas antaralain Glutaraldehyde, Benzalkonium klorida, dan Povidone iodine. Pembersihan dan Desinfeksi Kandang [...]

Pilihan Terbaik untuk Pengganti Antibiotic Growth Promotor

PT. Mitravet bekerja sama dengan PT. Tri Tunggal Artha Makmur pada hari Senin, 8 Juli 2019 mengadakan Seminar yang bertajuk “ACIDTEC 401™” Great Choice for AGP Replacer" yang diselenggarakan di Hotel Santika Premiere ICE BSD. ACIDTEC 401™ merupakan produk acidifier yang diproduksi oleh LinQtec Thailand. Acara diawali oleh sambutan dari drh. Hasan Alatas selaku Wakil Direksi PT. Mitravet, dalam sambutanya beliau menyampaikan potensi ACIDTEC 401™ sebagai pengganti antibiotic growth promotor. Penambahan antibiotik ke dalam pakan di bawah dosis terapi telah dikenal luas dipakai menjadi growth promotor atau pemacu pertumbuhan pada peternakan ayam broiler. Pemakaian antibiotic growth promotor (AGP) telah terbukti secara ilmiah dapat menimbulkan resistensi antibiotik untuk ternak dan menghasilkan residu antibiotik yang berbahaya jika dikonsumsi manusia. Beberapa negara telah melarang penggunaan AGP dengan alasan keamanan pangan dan [...]

ALERT!!! MYCOTOXIN CONTAMINATION IN ANIMAL FEED

Get to Know with Mycotoxin Mycotoxins are secondary metabolites of fungi that commonly find in agricultural product which is use as animal feed. Cassava, peanut, corn (most frequently), sorghum, soybeans, and wheat are some agricultural product that may have mycotoxin contamination. Several species of fungi that can produce mycotoxins are Aspergillus sp., Penicillium sp., and Fusarium sp. There are more than 300 types mycotoxins in the world. Mycotoxin that usually found in Indonesia are Aflatoxin produced by Aspergillus flavus, Zearalenon produced by Fusarium graminearum, and Ochratoxin produced by Aspergillus ochraceus. Here is a table that contains agricultural product and mycotoxin that may find in it. Figure 1  Fungal Infection in corn (Source: Penyakit Ayam dan Penanggulangannya 2)   Agricultural Product Mycotoxin Alfafa Aflatoksin, Zearalenon Millet Aflatoksin, [...]

By |July 1st, 2019|Categories: News|Tags: , , , , , , , , , |0 Comments

CRD Bird’s Everlasting Enemy

What is CRD? Chronic Respiratory Disease (CRD) is one of bird’s infectious respiratory disease. Infection of Mycoplasma gallisepticum can cause CRD. The infection getting worse due to poor bird condition and environment. CRD can develop to CRD complex if followed by Escherichia coli infection. There are two type of  transmission, horizontally and vertically. Horizontal transmission can occur directly from sick bird to healthy bird or indirectly through dust, farm equipment, drinking water, feed, etc. Vertical transmission can occur from infected hen to its chick. CRD can attack all bird age, especially young birds. CRD has low mortality rate but has high morbidity rate. Figure 1 Mycoplasma gallisepticum (left) dan Eschericia coli (right) Source: NADIS and Research Gate   What condition can trigger CRD? CRD can occur due [...]

Helminthiasis in poultry

Helminthiasis is one of the main digestive disease in poultry. Helminthiasis can cause the decline in poultry productivity. Helminthiasis in poultry can be caused by various types of worms, including digestive worms of the Cestoda (tapeworm) and Nematodes (round worms). Worms infestation that often occur in chiken’s intestine are cestoda (Raillietina sp., Davainea sp.) and nematodes (Ascaridia galli , Capilaria sp.). Transmission and Life Cycle Ascaridia galli’s eggs will survive in faeces for 10-12 days until they become infective. When chickens eat feed contaminated with infective eggs, later eggs can hatch in proventriculus (crop) and larvae live in the lumen of the duodenal intestine for 9 days. Larvae will penetrate the intestinal mucosa and cause bleeding, larva then return to the lumen for 17-18 days and mature in 28-30 days. Meanwhile, [...]

Right Treatment for Coccidiosis in Poultry

Breeders are familiar with the term of coccidiosis or commonly called bloody diarrhea in chickens. This disease makes breeders think hard how to control it. In addition to respiratory disease, gastrointestinal diseases such as coccidiosis may results in considerable losses for them. Every year, the costs of anticoccidial feed additives and treatment is estimated to exceed $ 400 million in all poultry producing areas of the world.   Etiology Coccidiosis is a disease in chicken caused by the protozoa Eimeria sp. which attacks the digestive tract. This disease causes death, sub-optimal growth, and inefficient of nutrient absorption.   Transmission Coccidiosis spreads by sporulated oocysts at the infective stage and consumed by chickens. Oocysts can be transmitted mechanically by breeder’s equipment, such as clothing and footwear, contaminated [...]

By |August 27th, 2018|Categories: News|0 Comments
Language »