Pedet Mencret Jangan Sampai Membuat Peternak Kaget !

/, Ranch/Pedet Mencret Jangan Sampai Membuat Peternak Kaget !

Penyebab Diare Pada Pedet

Diare pada pedet atau anak sapi ternak merupakan penyakit yang menyebabkan kerugian terbesar pada peternakan sapi perah. Diare pada pedet sering disebabkan oleh beberapa penyebab. Gejala klinis utama pedet yang mengalami diare adalah feses yang encer. Diare pada pedet berbahaya karena dapat menyebabkan dehidrasi pada pedet. Dehdrasi disebabkan oleh kegagalan usus untuk menyerap air dan kegagalan transfer cairan tubuh dari tubuh pedet ke lumen usus. Dehidrasi pedet berbahaya karena dapat menyebabkan kehilangan cairan tubuh yang berlebihan sehingga pedet kehilangan elektrolit yang penting untuk metabolism pedet. Dehidrasi yang padah dapat berlanjut menjadi asidosis yang kemudian berujung pada kematian.

 

Pedet yang mengalami diare

(Sumber: http://alitbudiartawan.blogspot.com)

 

Penyebab diare pada pedet dapat dibagi menjadi 2, penyebab noninfeksius dan infeksius. Kedua penyebab ini sering terjadi bersamaan pada kasus di lapangan. Penyebab noninfeksius antaralain induk yang kekurangan nutrisi, lingkungan yang tidak mendukung bagi pedet yang baru lahir, kurangnya perawatan pada anak sapi yang baru lahir, atau kombinasi dari ketiga penyebab ini.

Nutrisi induk akan mempengaruhi kualitas dan kuantitas kolostrum. Induk sapi yang kekurangan nutrisi pada trimester ke-3 terutama karbohidrat dan protein akan memiliki kualitas kolostrum yang buruk dan kuantitas yang sedikit. Kolostrum atau yang biasa disebut susu jolong adalah susu pertama yang dihasilkan oleh induk sapi yang banyak mengandung immunoglobulin (zat imun) induk yang berguna untuk melindungi pedet dari agen infeksius pada awal kehidupannya. Pedet terlahir tanpa perlindungan dari penyakit sama sekali sehingga pedet harus mendapat kolostrum sedini mungkin setelah lahir. Selain itu, induk yang mengalami defisiensi vitamin A dan E rentan melahirkan pedet yang mudah terkena diare.

Lingkungan yang menyebabkan stres seperti kandang yang berlumpur, padat, kotor, musim penghujan, dan kemarau panjang dapat mempertinggi kemungkinan pedet terserang agen infeksius penyebab diare. Stres akan menurunkan kemampuan penyerapan kolostrum sehingga mudah sakit. Kesalahan penanganan pedet yang baru lahir yang paling sering terjadi adalah keterlambatan memberikan kolostrum pada pedet. Kolostrum sebaiknya langsung diberikan sesegera mungkin maksimal 2 hingga 4 jam setelah kelahiran agar maternal antibody (imun dari induk sapi untuk pedet) dapat terserap secara maksimal. Semakin tua umur pedet penyerapan kolostrum akan semakin tidak maksimal. Pedet yang berumur 24 hingga 36 jam sudah tidak dapat menyerap kolostrum lagi.

Penyebab diare pada pedet yang dikarenakan agen infeksius dapat disebabkan oleh bakteri (Escherichia coli, Salmonella sp., dan Clostridium perfingens), virus (Rotavirus, Coronavirus, Bovine Viral Diarrhea (BVD) Virus, Infectious Bovine Rhinotracheitis (IBR) Virus), protozoa (Cryptosporidium sp.), dan beberpa fungi. Diare pedet sering dilaporkan terjadi karena beberapa agen patogen dan kasus yang paling sering terjadi adalah kasus diare karena Eschericia coli. Kemampuan bakteri E. coli untuk menempel dan memperbanyak di saluran pencernaan pedet menjadi alasan kenapa bakteri ini sering menyebabkan diare pedet. Diare pedet yang disebabkan oleh E. coli biasanya menyerang pedet yang berumur 16-24 jam. Semakin muda umur pedet yang terserang, semakin besar kemungkinan kematian akibat penyakit ini karena dehidrasi.

Bakteri Escherichia coli

(Sumber: republika.co.id)

 

Bakteri lain yang dapat menyebabkan diare pada pedet adalah bakteri Salmonella sp. Salmonella sp.  memiliki racun dalam selnya (endotoksin) sehingga pemberian antibiotik untuk mematikan bakteri ini menyebabkan keluarnya endotoksin. Endotoksin menyebabkan pedet stres dan demam. Pemberian antibiotik pada kasus diare yang disebabkan oleh Salmonella sp.  sebaiknya diikuti juga dengan pemberian antipiretik untuk meredakan demam. Diare yang disebabkan oleh Salmonella sp. biasanya menyerang pedet berumur 6 hari atau lebih. Sumber infeksi Salmonella dapat berasal dari ternak lain, burung, kucing, tikus, dan manusia. Gejala klinis diare yang disebabkan oleh Salmonella sp. antaralain diare dengan feses mengandung darah atau lendir, stres, dan demam. Pedet yang berumur muda akan mengalami gejala yang lebih parah.

Bakteri Salmonella sp.

(Sumber: Universitas Hassanudin)

 

Bakteri lain yang dapat menyebabkan diare pada pedet adalah Clostridium perfingens. Diare pedet yang disebabkan oleh bakteri Clostridium perfingens dapat menyebabkan enterotoxemia dan berakibat fatal pada pedet. Ciri-ciri diare yang disebabkan oleh Clostridium perfingens antaralain lemah, lesu, dan diare berdarah.

 

Bakteri Clostridium perfingens

(Sumber: Science photo library)

Terapi yang dapat diterapkan

Terapi pada kasus diare pedet yang disebabkan oleh bakteri dapat dilakukan dengan pemberian antibiotik peroral yang dikombinasikan dengan terapi cairan bila perlu. Terapi cairan dapat diberikan jika pedet kehilangan cairan tubuh sebanyakk 5-6% dari bobot badan. Terapi cairan ini dapat diberikan melalui rute peroral atau intravena. Hilangnya cairan tubuh sebanyak 12% dapat menyebabkan kematian pedet. Beberapa sapi kemungkinan mengalami hipotermia (suhu tubuh rendah) pada kasus diare pedet sehingga diperlukan pemberian sumber panas eksternal untuk menaikan suhu tubuhnya kembali.

Perbaikan manajemen kendang juga perlu diperbaiki karena faktor non infeksius sangat berpengaruh terhadap kejadian diare pedet. Hal yang perlu diperhatikan antaralain memperbaiki nutrisi induk, lingkungan, sanitasi, dan perawatan pedet yang baru lahir. Pemberian injeksi vitamin A juga dapat diberikan pada pedet sebanyak 500.000 IU. Lakukan program vaksinasi setelah titer antibodi induk mulai turun agar pedet tetap memiliki kekebalan terhadap penyakit.

Antibiotik yang dapat diberikan pada kasus diare pedet adalah antibiotik yang memiliki efek sistemik, pada beberapa kasus dibutuhkan gabungan antibiotik peroral dan injeksi. Salah satu golongan antibiotik yang dapat diberikan adalah gabungan antara Trimethoprim dan Sulfadiazine. MITRAMET-240®  mengandung Sulfadiazine dan Trimethoprim dapat menghambat sintesis asam folat bakteri. Setiap kg MITRAMET-240® mengandung Sulfadiazine 200 g dan Trimethoprim 40 g. MITRAMET-240® dapat diberikan sebanyak 1 g per 7 kgBB selama 3-5 hari secara peroral. MITRAMET-240® sudah terdaftar di Kementerian Pertanian dengan nomor registrasi KEMENTAN RI No. D. 14012710 PKS.1.

 

 

MITRAMET-240®

(Sumber: Dokumentasi pribadi)

Cara Efektif Mencegah Diare Pedet

Berikut beberapa cara untuk mencegah diare pedet menurut dokter hewan Sheila McGuirk, peneliti spesialis pedet di Universitas Wisconsin:

  1. Sediakan tempat yang hangat dan kering untuk pedet yang baru lahir, usahakan tempat ini berjauhan dengan kandang sapi yang sapi yang sakit.

  2. Pastikan sanitasi area pemeliharaan pedet bagus karena penuaran diare pedet paling sering terjadi karena kontaminasi pakan atau air minum dengan feses tercemar.

  3. Berikan kolostrum sesegera mungkin pada pedet yang baru lahir.

  4. Disinfeksi kandang dan peralatan kandang pedet agar tidak terjadi kontaminasi bakteri.

  5. Hindari memberikan susu dari sapi yang sedang mendapat terapi antibiotik karena kasus mastitis, Mycoplasma, Salmonella, atau Johne’s disease karena dikhawatirkan susu masih mengandung bakteri tersebut.

  6. Lakukan kontrol terhadap hama yang dapat berperan sebagai vektor penyakit seperti anjing, kucing, burung, dan tikus.

  7. Pekerja kandang harus menjaga kebersihan diri dan mencegah kontaminasi silang dengan mengunjungi kandang yang sehat terlebih dahulu sebelum ke kandang sapi sakit.

 

Source : Dailyherd.com

2019-09-25T08:15:29+00:00September 23rd, 2019|News, Ranch|

About the Author:

Leave A Comment

Language »