Blog

Home/Blog
Blog2019-05-08T10:06:57+00:00

Pilihan Terbaik untuk Pengganti Antibiotic Growth Promotor

PT. Mitravet bekerja sama dengan PT. Tri Tunggal Artha Makmur pada hari Senin, 8 Juli 2019 mengadakan Seminar yang bertajuk “ACIDTEC 401™” Great Choice for AGP Replacer" yang diselenggarakan di Hotel Santika Premiere ICE BSD. ACIDTEC 401™ merupakan produk acidifier yang diproduksi oleh LinQtec Thailand. Acara diawali oleh sambutan dari drh. Hasan Alatas selaku Wakil Direksi PT. Mitravet, dalam sambutanya beliau menyampaikan potensi ACIDTEC 401™ sebagai pengganti antibiotic growth promotor. Penambahan antibiotik ke dalam pakan di bawah dosis terapi telah dikenal luas dipakai menjadi growth promotor atau pemacu pertumbuhan pada peternakan ayam broiler. Pemakaian antibiotic growth promotor (AGP) telah terbukti secara ilmiah dapat menimbulkan resistensi antibiotik untuk ternak dan menghasilkan residu antibiotik yang berbahaya jika dikonsumsi manusia. Beberapa negara telah melarang penggunaan AGP dengan alasan keamanan pangan dan [...]

ALERT!!! MYCOTOXIN CONTAMINATION IN ANIMAL FEED

Get to Know with Mycotoxin Mycotoxins are secondary metabolites of fungi that commonly find in agricultural product which is use as animal feed. Cassava, peanut, corn (most frequently), sorghum, soybeans, and wheat are some agricultural product that may have mycotoxin contamination. Several species of fungi that can produce mycotoxins are Aspergillus sp., Penicillium sp., and Fusarium sp. There are more than 300 types mycotoxins in the world. Mycotoxin that usually found in Indonesia are Aflatoxin produced by Aspergillus flavus, Zearalenon produced by Fusarium graminearum, and Ochratoxin produced by Aspergillus ochraceus. Here is a table that contains agricultural product and mycotoxin that may find in it. Figure 1  Fungal Infection in corn (Source: Penyakit Ayam dan Penanggulangannya 2)   Agricultural Product Mycotoxin Alfafa Aflatoksin, Zearalenon Millet Aflatoksin, [...]

By |July 1st, 2019|Categories: News|Tags: , , , , , , , , , |0 Comments

CRD Musuh Abadi Peternak

Apa itu CRD? Chronic Respiratory Disease (CRD) adalah salah satu penyakit saluran pernapasan menular pada unggas. CRD disebabkan oleh Mycoplasma gallisepticum.  Infeksi bakteri akan menjadi lebih parah jika didukung oleh kondisi unggas dan lingkungan yang buruk. Kejadian CRD yang disertai dengan infeksi Eschericia coli disebut CRD Kompleks. Penularan penyakit ini dapat terjadi secara horizontal maupun vertikal. Penularan secara horizontal dapat terjadi secara langsung (dari ayam yang sakit ke ayam lainnya) maupun tidak langsung (melalui debu, peralatan, air minum, pakan, dan lain sebagainya), dan penularan secara vertikal terjadi pada telur dari induk yang terinfeksi CRD. CRD dapat menginfeksi ayam pada semua umur, terutama ayam yang masih muda. CRD memiliki tingkat kematian (mortalitas) yang rendah tetapi tingkat penyebaran (morbiditas) tinggi. Gambar 1 Mycoplasma gallisepticum (kiri) dan Eschericia coli (kanan) [...]

Helminthiasis pada Ayam

Salah satu penyakit pencernaan pada unggas yang sering terjadi adalah helminthiasis atau kecacingan. Dampaknya tidak secara langsung, tetapi perlahan-lahan yang menyebabkan turunnya produktivitas unggas.  Helminthiasis pada unggas dapat disebabkan oleh berbagai jenis cacing, diantaranya adalah cacing pada pencernaan jenis Cestoda (cacing pita)  dan Nematoda (cacing gilig). Infestasi cacing yang sering terjadi adalah cestoda seperti Raillietina sp. dan Davainea sp. dan nematoda seperti Ascaridia galli dan Capilaria sp.   Transmisi dan Siklus Hidup Telur Ascaridia galli akan bertahan pada feses selama 10-12 hari sampai menjadi infektif. Saat ayam makan pakan yang terkontaminasi feses, telur infektif akan dicerna dan menetas dalam proventrikulus/tembolok dan larva hidup bebas di lumen usus duodenum selama 9 hari. Larva akan menembus mukosa usus dan menyebabkan perdarahan, kemudian kembali lagi ke lumen 17-18 hari [...]

PENGOBATAN YANG TEPAT ATASI KOKSIDIOSIS

Peternak sudah tidak asing lagi dengan istilah koksidiosis atau lebih umum disebut berak darah pada ayam. Penyakit ini membuat peternak berpikir keras bagaimana cara mengendalikannya. Selain penyakit saluran pernapasan, penyakit saluran pencernaan seperti koksidiosis ini dapat menyebabkan kerugian yang cukup besar bagi peternak. Setiap tahun, biaya yang dikeluarkan untuk menanggulangi koksidiosis di seluruh dunia tidak kurang dari $400 juta yang meliputi pengobatan dan pemberian antikoksidia pada pakan.   Penyebab/Etiologi Koksidiosis merupakan penyakit pada ayam yang disebabkan oleh parasit protozoa Eimeria sp. yang menyerang saluran pencernaan. Penyakit ini menyebabkan kematian dan pertumbuhan yang kurang optimal dan penyerapan nutrisi pakan tidak efisien.   Transmisi Koksidiosis menyebar karena adanya ookista yang bersporulasi pada tahap infektif dan termakan oleh ayam. Ookista dapat ditransmisikan secara mekanis pada pakaian atau sepatu peternak, [...]